November 16, 2014

Dari Setiap Tangan Kita, Perubahan Dimulai


Alam semesta tempat kita berada tercipta tanpa batas. Planet bumi adalah bagian dari alam semesta yang atmosfernya secara adil menaungi seluruh makhluk hidup yang ada di dalamnya. Oleh karena itu, semua makhluk bumi bertanggung jawab terhadap kelestariannya.

Kebanyakan dari kaum remaja menganggap tugas di atas bukan bagian dari tanggung jawabnya. Remaja justru cenderung menunda untuk melakukan sesuatu yang berarti bagi kehidupan di bumi, sampai usia dewasa. Sebenarnya sejak usia dini kita semua dapat mewujudkan tanggung jawab kita terhadap kelestarian bumi, dengan cara yang sederhana. Hal-hal sederhana yang dapat dilakukan oleh siapapun, termasuk anak-anak, adalah tidak membuang sampah sembarangan. Sampah yang berserakan dapat terbawa air ketika hujan dan masuk ke dalam saluran air lalu menghambat aliran air, yang nantinya dapat menyebabkan banjir.

Banyak remaja jaman ini lebih menyukai memiliki barang-barang impor. Sikap semacam ini sebenarnya kurang ramah lingkungan. Mengapa? Karena semakin jauh sebuah barang didistribusikan semakin banyak bahan bakar yang diperlukan untuk mengangkutnya. Hal ini berarti semakin besar kerusakan lingkungan yang diakibatkan. Bandingkan dengan barang lokal yang jarak distribusinya jauh lebih dekat, sehingga lebih hemat energi, yang berarti lebih ramah lingkungan.

Desain di atas mengajak remaja untuk menyadari bahwa dari tangan kita sendiri yang mulai bertindak mengubah kebiasaan hidup buruk, dan mencegah kerusakan lingkungan hidup. Tidak selayaknya kita menyalahkan orang lain atas kerusakan lingkungan hidup yang terjadi dan membebankan tanggung jawab perbaikannya kepada pemerintah. Dari setiap tangan kita, perubahan dimulai.

October 26, 2014

Sebuah Pelajaran dari Tragedi 9-11


Peristiwa 9-11 merupakan tragedi kemanusiaan yang terbesar dalam sejarah manusia. Ribuan orang kehilangan nyawa. Ribuan anak kehilangan orang tua. Ribuan orang tua juga kehilangan anaknya. Ironisnya, ribuan korban tersebut adalah orang-orang yang tidak bersalah dan tidak pantas mengorbankan nyawanya demi sebuah perbedaan paham dan kepercayaan yang terbungkus dalam terorisme.

Meskipun gedung WTC yang hancur sekarang sudah dibangun kembali, tetapi luka dalam sejarah kemanusiaan tersebut tidak akan pernah hilang. Tanggal tersebut meninggalkan pesan bagi seluruh umat manusia bahwa telah lebih dari cukup darah dan air mata yang tertumpah, sehingga tidak perlu ada lagi kejadian yang serupa.

Kejadian 9-11 menjadi pelajaran bagi kita semua untuk menjaga perdamaian, saling menghormati perbedaan, dan menyadari bahwa kita semua hidup berbagi satu bumi yang beratap satu langit.

Nilai Luhur di Balik Gapura


Membangun gapura merupakan salah satu tradisi dalam merayakan hari kemerdekaan Indonesia. Gapura tersebut biasanya dibangun di gerbang gang atau kampung.

Gapura biasanya dibangun dan dihias dalam berbagai desain, tradisional maupun modern. Desain gapura di atas bergaya tradisional sederhana dengan dekorasi yang ceria.

Gapura merupakan sebuah simbol dari pintu gerbang dan awal baru sebuah fase kehidupan. Dalam tradisi merayakan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia, gapura selalu dijadikan simbol gerbang menuju sebuah tahap kemajuan bangsa yang lebih sejahtera dan damai.

Sebuah nilai lain yang dapat direfleksikan dari desain di atas adalah konsep nilai tradisional yang menunjukkan nilai-nilai luhur yang tidak akan luntur meskipun bangsa ini telah cukup maju dan modern. Nilai-nilai luhur itu semoga tetap menjadi nafas dari kehidupan semua anggota masyarakat di Indonesia, misalnya konsep gotong royong dalam membangun gapura yang dapat diwujudkan pula dalam hal-hal lain.

Gotong royong dalam membangun gapura sebenarnya mengajarkan kita nilai-nilai persaudaraan dan kerja sama dalam damai. Semoga nilai-nilai ini tetap tergaja dan menjadi pedoman hidup bangsa Indonesia selamanya.

August 10, 2014

Healed with Love

It was early morning on Monday, July 28, 2014.

We walked along Ataturk Blvd, absorbing beautiful landscape of Kusadasi, a resort town on Turkey's Aegean coast. Suddenly, we were struck by a pack of stray dogs racing up towards a hill, leaving us an echo of loud barks.

We were still wondering what was going on when we saw a big Labrador walked slowly in pain. We stopped and called that dog. Strangely the dog came over, laid down and raised up her front leg. What a poor dog! Her front left leg was bleeding, we did not know why. She was like begging for a help. We looked around and saw a security on the gate to a yacht point, but he seemed no intention to help us. My mom cried to see such a poor thing. She knelt down and rubbed the bleeding leg with a tear drop of huge love.

The wound and bleeding seemed to be healed shortly afterwards. We spent a while with her to make sure the wound was completely healed and the pain was gone. The dog then stood up and showed no pain. Oh, 
what a relieve!

Sadly we could not take her back to our country since we were there as tourists. Well, knowing she was healed enough to walk back to her pack and puppies really then brightened up our morning. That strange experience has shown us one thing: love can heal a wound.